Singkil - Anggaran SILPA Aceh Singkil Tahun 2018 mencapai Rp 13,8 Milyar.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Badan Anggaran DPRK, Ir. Azmi saat Sidang Paripurna Penyampaian Laporan Badan Anggaran Dewan Terhadap Rancangan Qanun Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBK Aceh Singkil Tahun Anggaran 2018 di Gedung DPRK setempat, Jumat (12/07/2019).

Azmi mengatakan Total Pendapatan Tahun Anggaran 2018, ditambah Total Penerimaan/SILPA Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 756.520.607.883,03 dikurangi Total Realisasi Belanja danTransfer Rp 742.719.614.811,50.

“Maka total SILPA Tahun Anggaran 2018 yaitu sebesar Rp 13.800.993.071,53,” Ungkapnya.

Realiasi pendapatan Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 752.386.991.465,66 bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 45.289.515.136,55; Pendapatan Transfer sebesar Rp 688.815.877.369,05; dan Lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 18.281.598.960,06.

Sementara Realisasi Belanja sebesar Rp 604.625.656.296,50, yang terdiri dari Belanja Operasional sebesar Rp 500.487.864.849,13; Belanja Modal sebesar Rp 103.786.508.547,37; dan Belanja Tidak Terduga Rp 351.282.900,00.

Kemudian Belanja Transfer Bagi Hasil dari Desa dan Transfer Bantuan Keuangan sebesar Rp 138.093.958.515,00; dan Penerimaan Biaya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2017 sebesar Rp 4.133.616.417,37.

Dewan meminta agar ke depan dalam hal pengelolaan Keuangan baik anggaran yang bersumber dari APBK maupun anggaran dari sumber lain harus selalu dipantau/diawasi mulai Perencanaan, Program Kegiatan, sampai dengan pelaksanaannya di lapangan.

Selain itu mengingatkan Eksekutif agar dalam hal pengadaan/pembelian/hibah tanah yang menjadi aset Pemerintah Daerah harus dilengkapi dengan bukti Pembelian/Hibah dan dicatat menjadi aset Pemerintah Daerah agar kemudian hari tidak menjadi polemik.

Terakhir pihak eksekutif agar dapat selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan DPRK tentang perubahan-perubahan dalam pelaksanaan APBK baik itu pendapatan, belanja, dan penerimaan lainnya yang sah.(Rem)